kpiiaihpancornewscom — Senegal menjuarai Piala Afrika (Afcon) untuk kedua kalinya setelah mengalahkan tuan rumah Maroko 1-0 dalam laga final yang diwarnai insiden dan penundaan panjang di Stadion Prince Moulay Abdellah, Rabat.
Gueye mencetak gol penentu kemenangan pada menit keempat babak tambahan waktu melalui tendangan keras kaki kiri dari luar kotak penalti yang menghujam mistar bagian bawah sebelum masuk ke gawang Maroko yang dikawal Yassine Bounou.
Pertandingan final berjalan ketat tanpa banyak peluang bersih selama waktu normal. Drama justru terjadi pada masa injury time babak kedua ketika wasit Jean Jacques Ndala, setelah meninjau VAR, memberikan hadiah penalti kepada Maroko akibat pelanggaran El Hadji Malick Diouf terhadap Brahim Diaz.
Keputusan tersebut memicu protes keras dari pemain dan ofisial Senegal hingga situasi memanas di sisi lapangan. Para pemain Senegal sempat meninggalkan lapangan, sementara penonton terlibat bentrokan dengan petugas keamanan, menyebabkan pertandingan tertunda cukup lama.
Setelah laga kembali dilanjutkan, Brahim Diaz gagal memanfaatkan penalti tersebut. Eksekusi penalti dengan gaya Panenka mampu dibaca kiper Senegal Edouard Mendy, sehingga skor tetap imbang hingga waktu normal berakhir.
Memasuki babak tambahan waktu, Senegal tampil lebih efektif dan memecah kebuntuan melalui Gueye. Maroko berupaya menyamakan kedudukan, namun peluang terbaik mereka hanya berujung pada sundulan Nayef Aguerd yang membentur mistar gawang.
Hingga peluit akhir dibunyikan, Senegal mampu mempertahankan keunggulan meski laga kembali diwarnai gangguan dari penonton yang melempar benda ke arah lapangan.
Gelar ini menjadi gelar Piala Afrika kedua bagi Senegal setelah sebelumnya menjuarai edisi 2021 usai mengalahkan Mesir melalui adu penalti. Sementara itu, Maroko kembali gagal mengakhiri penantian gelar yang telah berlangsung sejak terakhir kali menjadi juara pada 1976.
