kpiiaihpancornews.com - Wakil Rektor I Institut Agama Islam Hamzanwadi Pancor menyampaikan sambutan dalam kegiatan Diskusi Nasional bertema “Langkah dan Strategi Cepat Menjadi Guru Besar” yang menghadirkan narasumber utama Prof. Dr. A. Zaenurrosyid, Guru Besar Rumpun Ilmu Hukum Islam Fakultas Agama Islam UNISSULA Semarang.
Dalam sambutannya, Wakil Rektor I Dr. Abdul Hayyi Akrom, M. MPd. menegaskan bahwa jabatan guru besar bukan sekadar capaian administratif, melainkan representasi otoritas keilmuan, integritas akademik, serta kontribusi nyata terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan masyarakat. Menurutnya, percepatan lahirnya guru besar di lingkungan perguruan tinggi keagamaan menjadi kebutuhan strategis dalam menjawab tantangan globalisasi pendidikan dan dinamika regulasi akademik nasional.
“Menjadi guru besar bukan hanya tentang memenuhi angka kredit, tetapi tentang konsistensi dalam membangun tradisi riset, publikasi bereputasi, serta pengabdian masyarakat yang berdampak luas. Perguruan tinggi harus menghadirkan ekosistem akademik yang mendukung lahirnya profesor-profesor baru yang produktif dan visioner,” ujar Hayyi (26/02/2026)
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa IAIH Pancor terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya dosen melalui penguatan kapasitas penelitian, kolaborasi ilmiah lintas institusi, serta pendampingan dalam proses percepatan jabatan akademik. Diskusi nasional ini, menurutnya, menjadi momentum reflektif sekaligus strategis untuk mempercepat transformasi akademik di lingkungan kampus.
“IAIH Pancor berkomitmen untuk terus memperkuat kualitas sumber daya dosen melalui peningkatan kompetensi riset, perluasan jejaring kolaborasi akademik antarperguruan tinggi, serta pendampingan yang terarah dalam proses percepatan jabatan fungsional. Kegiatan diskusi nasional ini kami pandang sebagai ruang refleksi sekaligus langkah strategis dalam mendorong akselerasi transformasi akademik di lingkungan kampus,” ungkapnya.
Kehadiran Prof. Dr. A. Zaenurrosyid, S.H.I., M.A. dinilai sangat relevan karena pengalaman dan rekam jejak akademiknya dalam bidang hukum Islam dapat menjadi inspirasi sekaligus panduan praktis bagi para dosen yang tengah mempersiapkan diri menuju jenjang guru besar.
Kegiatan yang diikuti oleh dosen, peneliti, dan mahasiswa pascasarjana ini berlangsung interaktif dengan sesi dialog dan tanya jawab. Para peserta memperoleh pemahaman komprehensif mengenai tahapan, strategi publikasi ilmiah, manajemen riset, serta pentingnya konsistensi akademik dalam meraih jabatan profesor.
Melalui kegiatan ini, IAIH Pancor berharap lahir komitmen kolektif untuk memperkuat budaya akademik berbasis riset dan publikasi ilmiah, sehingga percepatan guru besar tidak hanya menjadi target administratif, tetapi juga gerakan intelektual yang berkelanjutan. (RED)
