kpiiaihpancornews.com - Rektor Institut Agama Islam Hamzanwadi Pancor, Dr. TGB. Muhammad Zainul Majdi, MA. melaksanakan kunjungan dakwah dan silaturahmi ke Ma’had Tarbiyah Dakwah Islamiyyah, Yala, Thailand. Kehadiran TGB disambut hangat oleh pimpinan, para guru, serta para santri.
Pimpinan Ma’had Tarbiyah Dakwah Islamiyyah, Babo Ahmad Bin Adam, dalam sambutannya mengucapkan selamat datang kepada TGB beserta rombongan dari Indonesia. Ia mengungkapkan rasa senang dan kehormatan atas kehadiran salah satu ulama dari Indonesia di lembaga yang dipimpinnya.
“Kami merasa sangat bahagia dan terhormat atas kunjungan Bapak TGB. Semoga silaturahmi ini membawa keberkahan dan kemanfaatan bagi keluarga besar Ma’had Tarbiyah Dakwah Islamiyyah Yala Thailand,” ujar Babo Ahmad (20/02/2026).
Selanjutnya tausiah Rektor IAIH Pancor, Dr. TGB. Muhammad Zainul Majdi, MA. mengajak para santri untuk senantiasa bersyukur kepada Allah SWT. Menurutnya, syukur merupakan bentuk ibadah yang tidak terputus dan akan terus bernilai hingga akhirat.
“Sebagai seorang santri, kita harus terus bersyukur kepada Allah SWT. Syukur adalah ibadah yang tidak pernah terputus dan pahalanya akan terus mengalir hingga akhirat,” ungkap TGB sekaligus sebagai Ketua Umum PB NWDI dan Ketua OIA Al-Azhar Indonesia.
Ia juga menegaskan kemuliaan ilmu dalam Islam. Karena itu, ilmu harus diperlakukan secara mulia dengan niat yang baik, termasuk menjaga adab lahiriah. Ia mengapresiasi penampilan para santri yang mengenakan imamah dan jubah sebagai bentuk penghormatan terhadap ilmu dan tradisi keilmuan Islam.
“Ilmu dalam Islam adalah sesuatu yang mulia, karena itu harus diperlakukan secara mulia pula, dimulai dari niat yang baik hingga menjaga adab lahiriah. Apa yang dikenakan para santri hari ini, seperti imamah dan jubah adalah bagian dari penghormatan terhadap ilmu dan tradisi keilmuan Islam,” tegasnya.
Lebih lanjut, TGB mengajak para santri memahami secara mendalam makna nama Ma’had Tarbiyah Dakwah Islamiyyah. Ia menjelaskan bahwa kata Ma’had berasal dari makna menjaga dan memelihara (al-hifz wa ar-ri’ayah), amanah dan tanggung jawab (al-washiyyah wal-amanah), serta kesungguhan dan konsistensi (al-mulazamah). Sementara Tarbiyah bermakna proses mendidik dan menumbuhkan secara bertahap dan harus dilandasi dengan kasih sayang.
“Nama Ma’had Tarbiyah Dakwah Islamiyyah bukan sekadar nama. Ma’had mengandung makna menjaga dan memelihara, amanah dan tanggung jawab, serta kesungguhan dan konsistensi. Sementara Tarbiyah adalah proses mendidik dan menumbuhkan secara bertahap dan harus dilandasi dengan kasih sayang,” sebutnya.
Dalam konteks keilmuan, ia menekankan pentingnya memprioritaskan ilmu-ilmu pokok bagi setiap muslim, yakni ilmu akidah, ilmu ibadah, dan ilmu akhlak sebagai fondasi kehidupan beragama.
“Dalam menuntut ilmu, setiap muslim harus memprioritaskan ilmu-ilmu pokok, yaitu ilmu akidah, ilmu ibadah, dan ilmu akhlak. Ketiganya merupakan fondasi utama dalam membangun kehidupan beragama yang benar dan seimbang,” pungkasnya.
Di akhir kegiatan, TGB menyerahkan kenang-kenangan berupa hizib serta sejumlah buku karya beliau kepada pihak Ma’had Tarbiyah Dakwah Islamiyyah sebagai simbol silaturahmi dan penguatan ukhuwah keilmuan lintas negara. (RED)
