kpiiaihpancornews.com - Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi Institut Agama Islam Hamzanwadi Pancor, Dr. Suaidi, M.Hum., menyampaikan sambutan dalam pembukaan Pelatihan Penyusunan Buku Ajar yang berlangsung di Ruang Rapat Lantai 3 Gedung Rektorat. Kegiatan ini dihadiri oleh para dosen di lingkungan Fakultas Dakwah dan Komunikasi sebagai upaya memperkuat budaya akademik dan meningkatkan kualitas pembelajaran.
Dalam sambutannya, Dekan FDK IAIH Pancor, Dr. Suaidi, M. Hum. menegaskan bahwa buku ajar merupakan jantung akademik sebuah perguruan tinggi. Menurutnya, keberadaan buku ajar tidak hanya menjadi penunjang proses pembelajaran, tetapi juga mencerminkan kapasitas intelektual dosen serta kualitas institusi secara keseluruhan. Oleh karena itu, pelatihan ini dipandang sebagai langkah strategis dalam mendorong produktivitas akademik di lingkungan fakultas.
“Buku ajar adalah inti akademik perguruan tinggi sekaligus cerminan kualitas dosen dan institusi. Karena itu, pelatihan ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan produktivitas keilmuan,” ujar Suaidi (11/02/2026).
Ia menjelaskan bahwa pelatihan tersebut bertujuan untuk memberikan pemahaman komprehensif kepada para peserta mengenai definisi dan konsep dasar buku ajar, manfaat penyusunannya, serta teknik penulisan yang efektif dan sistematis. Dengan bekal tersebut, para dosen diharapkan mampu menghasilkan karya yang dapat digunakan secara berkelanjutan dalam proses perkuliahan.
“Pelatihan ini bertujuan memberikan pemahaman menyeluruh tentang konsep, manfaat, dan teknik penulisan buku ajar agar para dosen mampu menghasilkan karya yang mendukung keberlanjutan proses perkuliahan.” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa target utama kegiatan ini adalah tersedianya buku ajar pada setiap mata kuliah, khususnya di Fakultas Dakwah dan Komunikasi. Pencapaian tersebut, menurutnya, akan menghadirkan kepuasan tersendiri bagi para dosen sekaligus memperkuat reputasi akademik fakultas.
“Target utama kegiatan ini adalah tersedianya buku ajar di setiap mata kuliah, yang tidak hanya memberi kepuasan bagi dosen tetapi juga memperkuat reputasi akademik fakultas,” tegasnya.
Ia juga memberikan motivasi kepada para peserta dengan menekankan bahwa manfaat terbesar dari penyusunan buku ajar sejatinya dirasakan oleh penulis itu sendiri. Selain menjadi rekam jejak keilmuan, karya tersebut juga merupakan bentuk kontribusi nyata dalam pengembangan pendidikan tinggi.
“Kualitas lembaga sangat ditentukan oleh prestasi individu di dalamnya. Karena itu, mari terus bergerak maju dan produktif berkarya,” pesannya.
Ia turut mengajak seluruh dosen untuk menjaga semangat kebersamaan dan tidak terhambat oleh berbagai keterbatasan. Ia berharap pelatihan ini menjadi momentum untuk menumbuhkan budaya menulis yang berkelanjutan di lingkungan fakultas.
“Marilah kita menjaga semangat kebersamaan dan tidak terhalang oleh keterbatasan. Saya berharap pelatihan ini menjadi momentum untuk menumbuhkan budaya menulis yang berkelanjutan di lingkungan fakultas,” pungkasnya. (RED)
