kpiiaihpancornewscom - Gempa bumi bermagnitudo (M) 6,6 mengguncang wilayah Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah, pada Jumat (19/9). Guncangan yang terasa cukup kuat membuat warga panik dan berhamburan keluar rumah untuk mengantisipasi dampak gempa.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan, guncangan berlangsung sekitar 2 hingga 3 detik di wilayah Nabire. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nabire segera melakukan pemantauan di lapangan setelah kejadian.
Menurut data Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB, gempa M6,6 terjadi pada pukul 01.10 WIB atau 11.10 WIT (18/9). Episenter gempa terletak 29 km barat laut Nabire dengan kedalaman 24 km. Berdasarkan pemodelan, gempa tersebut dipastikan tidak berpotensi tsunami.
Pascagempa, BNPB berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Nabire untuk memperbarui informasi situasi di lapangan. Kepala BNPB, Letjen TNI Dr. Suharyanto, menginstruksikan jajarannya untuk terus berkoordinasi dan menyiapkan dukungan sumber daya apabila diperlukan oleh pemerintah daerah.
Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB, Mayjen TNI Budi Irawan, S.I.P., M.Si., dijadwalkan mengirimkan Tim Reaksi Cepat (TRC) ke Nabire pada hari ini. Tim tersebut bertugas melakukan kaji cepat terkait situasi dan dampak gempa, sehingga kebutuhan logistik dasar permakanan maupun non-permakanan dapat segera dipenuhi.
BNPB juga menyiagakan bantuan logistik dasar yang akan disalurkan sesuai dengan kebutuhan nyata di lapangan. Upaya penanganan tanggap darurat lainnya akan disesuaikan dengan hasil kaji cepat serta keputusan status tanggap darurat oleh pemerintah daerah.
Informasi awal menyebutkan tidak ada korban jiwa. Namun, terdapat laporan kerusakan bangunan, antara lain kaca pecah di fasilitas umum bandara, plafon roboh di kantor bupati, satu unit jembatan putus, serta gangguan jaringan listrik dan telekomunikasi. Sementara itu, rumah warga terdampak masih dalam proses pendataan oleh BPBD.
Petugas TRC BPBD Kabupaten Nabire masih berada di lapangan untuk memutakhirkan data dampak bencana. Menyikapi kejadian ini, BNPB mengimbau warga tetap waspada terhadap potensi gempa susulan. Jika ingin kembali ke rumah, pastikan struktur bangunan aman. Selain itu, masyarakat diingatkan agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi hoaks yang kerap beredar melalui media sosial. (ZUN)
